Senin, 18 September 2017

Contoh Cerpen

DILEMA PALSU

     Pagi yang sangat cerah, aku bangun dari tempat tidurku. Aku mandi dan bersiap untuk berangkat ke sekolah. Saya menyalakan motor dan mengendarainya ke sekolah. Sampai di gerbang sekolah aku terkejut, kecewa bukan main hatiku karena baru mengingat bahwa hari ini hari sabtu, hari sabtu sekolah libur. Tubuhku masih merasa bahwa hari ini masih hari jumat. Dengan kecewa ku pulang. Di perjalanan pulang terlihatlah di jalanan seorang bidadari yang sebaya denganku, sedang berjalan menyusuri gang yang akan berpapasan denganku. Semakin dekat semakin jelas ku melihat mukanya, ternyata itu adalah teman sekelasku. Aku menyapanya, "Hai, Olive". Ia menjawab "Hallo, Louis lu ngapain disini? Pake seragam lagi, mau sekolah? ". Dengan bodohnya saya menjawab, "Iya nih gua lupa, gua ingetnya hari ini hari jumat jadi udah siap-siap dateng ke sekolah. Hehehe..". Lalu ku tanya, "Lu mo kemana? Mo gua anterin gk?" Dia menjawab mau. Ternyata dia ingin pergi ke apotik dekat sekolah. Ia ingin membeli obat untuk ibunya yang sedang sakit. Lalu ku antar dia pulang dan ia berkata, "Oi, makasih ya udah mau anterin gw. Jadi ngirit ongkos deh hahahaha." , ku balas "Ya gapapa kok, gua juga gk ada kerjaan dirumah". Lalu aku pamit untuk pulang, "Oi gua pulang dulu ya. Mau istirahat dirumah semalem tidur kemaleman." , ia menjawab "Ya, hati-hati ya. Sekali lagi makasih udah mau nganterin gw.". Saya pulang dengan suasana yang girang.
     Semenjak saat itu saya menjadi sangat dekat dengan dia. Sebulan telah berlalu setelah kejadian itu dan setiap hari saya selalu mengajak dia untuk pulang bersama. Lama-kelamaan tertimbun rasa sayang didalam hati saya. Setiap hari kita berdua berbicara baik itu disekolah atau pun dunia maya. Namun ada kalanya saat kita mengobrol, teman saya mengajak saya untuk main game. Bahkan kejadiannya sampai saya mengabaikan pesan dia yang mengakibatkan Olive marah. Kami pernah tidak mengobrol sampai beberapa minggu hanya karena saya mengabaikan pesannya. 
     Dan pada suatu hari saya mengajaknya untuk pergi ke mall untuk menonton berduaan. Usai menonton, saya antar dia pulang kerumahnya. Sesampainya didepan rumahnya saya berkata "Olive, ada hal yang mau gua omongin. Kita kan udah lama temenan nih. Dari yang gak kenal sampai sedeket ini sekarang. Selama waktu itu rasa cinta gw terhadap lu tertimbun dalam hati gua. Gua suka sama lu.. Lu mau gk jadi pacar gw?" , "Hahaha ada ada aja lu. Maaf  Louis, gw udah anggap lu sebagai temen gua sendiri. Gua gak bisa nerima cinta lu. Lagian mana mau gw pacaran ama cowo gamer ntar gw diduain lagi ama game. Pilih dulu deh tuh antara gw atau game." , katanya sambil tertawa. Saya merasa malu pada saat itu dan langsung pulang. Hatiku dilema berat setelah mendengar perkataannya. Sesampainya dirumah terngiang perkataan tersebut "Pilih gw atau game?" saya menangis dan mencoba melupakan hal tersebut. 
      Keesokan harinya saat disekolah saya berencana untuk mengobrol dengan dia dan meminta maaf secara langsung. Namun ternyata dia gk masuk. Saya terus menunggu sampai dia masuk sekolah karena menurut saya ini harus disampaikan secara lisan. Sudah 1 minggu saya menunggu Olive tetap belum masuk sekolah. Akhirnya saya memberanikan diri untuk pergi ke rumahnya.
     Sesampainya dirumah Olive, saya mengetuk pintu. Ibunya yang membukakan, "Hmm, kamu pasti Louis ya? Temen Olive kan? Ayo sini masuk.". Saya kemudian masuk kedalam rumahnya dengan perasaan bingung, bagaimana ibunya bisa tau. Saya dipandu keruang tamu dan disana saya bertemu dengan ayahnya Olive. Ia berbicara, " Siapa ini bu?". "Ini loh Louis yang Olive suka ceritain.", ibunya membalas. Ayahnya melanjutkan, " Oh kamu yang namanya Louis? Ayo duduk sini ada hal penting yang kamu harus dengar." Saya menjawab dengan gugup karena saya belum pernah ketemu dengan mereka ditambah lagi mendengar kata "yang Olive suka ceritain". Ibunya berkata, "Louis, ada hal yang ingin kami sampaikan. Namun, sebenarnya dilarang oleh Olive. Tapi ini untuk kebahagiaan dia.". Saya memotong, "Maksud tante apa?". Ayahnya menutur, "Olive sudah cerita semua tentang kamu dengan kita berdua. Mulai dari awal kamu ketemu sampai kamu menyatakan cintamu, om sudah dengar dari dia sendiri.". Saya kembali gugup tanpa berkata apa pun. Ibunya melanjutkan, "Louis, sebenarnya Olive itu suka sama kamu. Dari awal ketemu sama kamu dia juga sudah suka sama kamu. Namun ada hal yang perlu kamu ketahui Olive memiliki tumor ganas dikepalanya. Tumor ini sudah diketahui semenjak dia kls 7 SMP. Tumor ini sebelumnya sudah diangkat sekitar 2 tahun lalu, namun 1 minggu terakhir ini tumor itu kembali aktif.". Saya terkejut dan langsung menanyakan kabarnya Olive. "Sekarang Olive sedang menjalankan perawatan dirumah sakit Sekar Jati, ia dirawat inap disana. Om sangat sedih mendengarnya. Dokter berkata hanya tinggal menunggu waktu sebelum tumornya memakan seluruh otaknya.", ayahnya berkata sambil menuturkan air mata. Saya menangis saat mendengar hal tersebut. Ibunya berkata, "Ia menolak cinta mu bukan serta merta karena game tapi karena ia tidak mau kamu terlalu khawatir akan sakit yang dihadapinya. Ia merasa kondisi fisiknya tidak pantas untuk kamu. Tante tahu kamu mau bertemu dengan dia. Namun, tante melarang karena jika Olive tahu bahwa tante menceritakan hal ini ke kamu kondisinya akan semakin memburuk. Ia membuat surat ini untuk kamu. Sebenarnya  ia berpesan untuk memberi tahukan hal ini saat dia tidak ada lagi. Tapi tidak masalah tante akan memberikannya sekarang. Sebaiknya kamu pulang kerumah dan relakan hal ini. Tante sama papa Olive juga sudah merelakan hal ini dari jauh-jauh hari. Kamu harus sabar dan merelakan Olive pergi sama seperti tante dan om.".
    Saya terkejut mendengar hal tersebut dan berkata, "Om, tante kalian harus mengijinkan saya bertemu Olive lagi, saya hanya ingin mengobrol 4 mata dengan dia. Tolong, kalian harus mengijinkan saya bertemu atau hidup saya tidak akan tenang setelah mendengar kabar ini.". "Jangan Louis, kamu akan memperburuk keadaan Olive." jawab ibunya sambil menangis. "Ma, kupikir kita harus mengijinkan dia bertemu Olive terakhir kali. Siapa tau hal ini bisa menghibur Olive dan membuat suasana hatinya membaik." jawab ayahnya dengan kesan membujuk. "Iya tante hanya beberapa kalimat saja, anggap saja sebagai kalimat perpisahan ku kepadanya. Saya tidak akan hidup dengan tenang kalau dia meninggal dengan cara seperti ini. Karena dia adalah belahan jiwa saya.", bujuk ku. Ibunya berpikir sebentar dan kemudian menjawab, " Baiklah jika itu yang engkau mau Louis, Kejarlah belahan jiwa mu. Dia ada di kamar 30 ruang VIP.". Saya langsung berterima kasih,  pamit kepada mereka dan langsung menuju rumah sakit tersebut. Namun apalah daya seorang manusia untuk melawan kehendak Tuhan, sesampainya dirumah sakit Olive sudah dinyatakan meninggal. Akhirnya Louis pulang dengan perasaan sedih dan menjalani sisa hidupnya dengan terus memikirkan sosok bidadari dari cinta pertamanya.
         

24 komentar:

  1. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  2. Hasil Cerpen ini sangat bagus, meskipun tidak tertata rapih, namun isi dari cerita sungguh jelas dan saya berikan nilai 7 dari 5 :3

    BalasHapus
  3. 8/10, xD harus dirapihkan, ceritanya bagus

    BalasHapus
  4. suka suka cerpennya bikin baper huhuhu ayo nulis lagi jangan stop berkarya >_<

    BalasHapus
  5. cerita yang menarik !! kembangkan terus!

    BalasHapus
  6. Mantap.. Tulisan yang bagus.. Terus kembangkan

    BalasHapus
  7. Ceritanya bikin baper banget ! Teruskan !

    BalasHapus
  8. jalur ceritanya menarik saya suka, tulis lebih banyak lagi!

    BalasHapus
  9. Mantapp lanjutkann , bikin terharu

    BalasHapus
  10. Wah aku tercengang, lanjutkan ceritanya ��

    BalasHapus
  11. Akhir yang menyedihkan tapi keren 👍👍👍

    BalasHapus
  12. Duhhh judulnya aj udh buat menarikk.. ketagihan bacanyaaa..

    BalasHapus
  13. Touching heart so deep.. Good job writter ☺

    BalasHapus
  14. ketagihan bngett kakak ditungy tulisan selanjutnya

    BalasHapus
  15. Endingnya sedih:(
    Ditunggu cerita2 slnjutnya

    BalasHapus
  16. Suka banget sm ceritanya , ditunggu karya karya selanjutnya , keep it up author 👍👍👍👍👍

    BalasHapus
  17. Sad ending:(, but nice story:)

    BalasHapus
  18. Judul: Dilema Palsu
    Pengarang: Nicole Wirawan

    Kelebihan:
    1. Menjabarkan alur cerita dengan bahasa yang sederhana dan mudah di mengerti.
    2. Alur yang mengalir begitu saja membuat pembaca nyaman untuk membaca dan ikut kedalam imajinasi pengarang.

    Kelemahan:
    1. Adanya penggunaan kata yang berulang.
    2. Adanya kesalahan dalam penggunaan beberapa tanda baca.

    Cerpen berjudul "Dilema Palsu" ini saya rekomendasikan untuk orang-orang yang menyukai cerita romasa anak sekolahan. Meskipun berakhir tidak bahagia, bahasa yang digunakan oleh Nicole sangat sederhana sehingga mudah dimengerti dan mudah membawa pembaca ke sungai imajinasi pengarang. Namun ada beberapa kata yang digunakan berulang yang sebenarnya bisa di ubah dengan kata yang lain, juga ada kesalahan penggunaan tanda baca. Tetapi, untuk ide cerita dan alur, saya sangat merekomendasikan teman-teman yang menyukai genre romansa sekolah untuk mengambil waktu sebentar membaca cerpen ini.

    BalasHapus
  19. Terima kasih kepada wynne karena sudah meresensikan cerpen karangan saya

    BalasHapus

World Class Boyband

Resensi Buku Fiksi Judul buku       : Dare to Dream: Life as One Direction Penulis             : Richard Griffiths, Debbie Daisy Natalia...